Tempura adalah gorengan khas Jepang yang terkenal renyah namun tetap ringan. Berbeda dengan fritter atau gorengan biasa yang adonannya tebal, tempura menggunakan lapisan tipis sehingga rasa asli bahan tidak tertutup. Banyak yang penasaran, tempura terbuat dari apa sebenarnya? Jawabannya tidak hanya soal tepung atau telur, tetapi juga sejarah panjang, cara makan ala Jepang, hingga tempat terbaik menikmatinya seperti di Ryokudo.
Sejarah Tempura: Dari Portugis ke Jepang
Kalau kamu kira tempura asli Jepang sejak awal, ternyata ada cerita menarik di baliknya. Kata “tempura” diduga berasal dari bahasa Portugis tempero (bumbu) atau Latin tempora yang berarti masa puasa. Pada awal 1600-an, misionaris Portugis memperkenalkan teknik menggoreng ke Jepang.
Awalnya, tempura adalah makanan mahal yang hanya disajikan di restoran khusus pada zaman Edo (1603–1868). Hidangan ini bahkan dianggap mewah karena menggunakan minyak, bahan yang langka pada masa itu. Seiring berkembangnya street food, tempura berubah menjadi makanan rakyat yang bisa dinikmati semua kalangan. Inilah awal mula kenapa tempura identik dengan gorengan ringan yang bisa ditemukan di berbagai kedai di Jepang.
Tempura Terbuat dari Apa?
Jawaban paling dasar: adonan tempura terdiri dari tepung, air es, dan telur. Perpaduan sederhana ini yang membuat lapisan tempura ringan dan tidak menyerap terlalu banyak minyak.
Tepung: umumnya memakai tepung serbaguna atau cake flour yang dicampur sedikit cornstarch supaya teksturnya lebih ringan.
Air: selalu gunakan air es bahkan ada yang menambahkan air berkarbonasi untuk menjaga adonan tetap renyah.
Telur: bisa telur utuh atau hanya kuning telur jika ingin rasa lebih kaya.
Rahasia lain terletak pada teknik mencampur. Jangan aduk adonan terlalu lama. Biarkan sedikit bergumpal agar gluten tidak terbentuk berlebihan. Teknik sederhana ini membuat tempura tetap tipis dan crispy.
Cara Orang Jepang Menikmati Tempura
Di Jepang, cara makan tempura bukan sekadar soal rasa, tapi juga tradisi. Orang Jepang biasanya menyantap tempura dengan saus tentsuyu (campuran dashi, mirin, dan shoyu) yang ditambah parutan lobak daikon untuk memberi rasa segar.
Di wilayah Kansai, banyak orang lebih suka makan tempura hanya dengan sedikit garam. Garam bumbu seperti matcha-shio atau yuzu-shio populer karena mempertahankan rasa asli bahan. Selain itu, ada aturan tidak tertulis soal urutan makan. Tempura berbahan sayur atau yang rasanya ringan biasanya dimakan lebih dulu, baru kemudian udang dan ikan dengan rasa lebih kuat.
Restoran kelas atas di Jepang sering menyajikan tempura langsung dari penggorengan ke meja. Chef akan menggoreng dalam batch kecil sehingga kamu bisa menikmati setiap potongan saat masih panas dan renyah.
Selain dimakan begitu saja, tempura juga hadir dalam banyak hidangan populer seperti:
Tendon: semangkuk nasi dengan topping tempura dan saus manis gurih.
Tensoba/Tenudon: mi soba atau udon yang disajikan dengan tempura.
Tenmusu: nasi kepal dengan udang tempura di dalamnya.
Tradisi ini membuat jawaban dari pertanyaan tempura terbuat dari apa bukan hanya bahan fisik, tapi juga bagian dari budaya makan di Jepang.
Tempat Makan Tempura di Ryokudo
Kalau kamu ingin merasakan tempura dengan rasa otentik Jepang, Ryokudo adalah tempat yang wajib kamu kunjungi. Restoran ini terkenal dengan donburi temdon, yaitu nasi mangkuk hangat dengan topping tempura renyah dan saus tentsuyu khas Jepang.
Menu andalan Ryokudo menggunakan bahan segar yang digoreng dengan teknik tradisional, sehingga setiap potongan tempura terasa ringan namun penuh rasa. Varian toppingnya pun beragam, mulai dari ebi tempura, kakiage campuran sayuran dan udang kecil, hingga vegetable tempura dengan pilihan sayur musiman seperti labu, terong, dan jamur.
Yang membuatnya spesial, tendon di Ryokudo disajikan ala Jepang asli. Tempura digoreng dalam batch kecil agar selalu panas dan crispy ketika sampai di atas nasi. Saus tentsuyu dituangkan ringan sehingga rasa gurih manisnya meresap ke nasi tanpa membuat tempura kehilangan kerenyahannya. Ini menjadikan donburi tendon di Ryokudo bukan sekadar makanan, tapi pengalaman kuliner Jepang yang autentik.
FAQ
1. Apa kunci kerenyahan tempura?
Gunakan air es, jangan overmix adonan, dan goreng dengan suhu stabil 170–180°C.
2. Lebih enak pakai saus atau garam?
Tergantung selera. Tentsuyu memberi rasa umami, sedangkan garam bumbu mempertahankan rasa asli bahan.
3. Apakah tempura hanya pakai udang?
Tidak. Tempura bisa dibuat dari seafood lain, sayuran musiman, bahkan variasi unik seperti kakiage atau telur setengah matang.
Kesimpulan
Jadi, tempura terbuat dari apa? Jawaban sederhananya adalah tepung, air es, dan telur. Namun di balik komposisi sederhana itu, ada sejarah panjang dari abad ke-16, tradisi makan ala Jepang, dan teknik menggoreng yang membuat tempura berbeda dari gorengan biasa.
Kalau kamu ingin mencicipi tempura versi otentik, kunjungi Ryokudo. Di sini, kamu tidak hanya akan menemukan tempura yang renyah, tetapi juga pengalaman kuliner yang membawa kamu lebih dekat dengan budaya Jepang. Kalau kamu ingin mencicipi tempura versi otentik dari donburi temdon, kunjungi Ryokudogroup. Di sini, kamu tidak hanya akan menemukan tempura yang renyah, tetapi juga pengalaman kuliner yang membawa kamu lebih dekat dengan budaya Jepang.



