Kalau kamu pecinta teh Jepang, pasti sudah sering mendengar nama matcha vs hojicha. Dua teh ini lagi hits banget, bukan cuma di Jepang, tapi juga di Indonesia. Aku pribadi awalnya cuma tahu matcha karena banyak banget menu minuman hijau cerah yang viral di Instagram. Tapi setelah coba hojicha, aku langsung jatuh cinta sama aroma roasted-nya yang calming banget.
Nah, di artikel ini, aku akan ceritain ke kamu 5 alasan kenapa matcha vs hojicha jadi teh Jepang paling populer. Selain bahas soal rasa, aku juga akan kupas manfaat, tren kekinian, sampai tips memilih teh terbaik. Jadi, kamu bakal dapat gambaran lengkap biar tahu mana yang paling cocok buat selera kamu.
1. Rasa dan Aroma yang Bikin Nagih
Bicara soal matcha vs hojicha, aku langsung keinget perbedaan rasa yang cukup ekstrem antara keduanya.
Karakter Rasa Matcha
Matcha terkenal dengan rasa earthy dan creamy, dengan sedikit sentuhan pahit yang justru bikin nagih. Kalau aku lagi butuh energi buat kerja, matcha latte selalu jadi pilihan utama. Warnanya hijau cerah, rasanya bold, dan ada sensasi segar yang bikin melek.
Karakter Rasa Hojicha

Sebaliknya, hojicha punya rasa yang lebih ringan dengan aroma panggang khas yang menenangkan. Kalau malam hari dan aku butuh sesuatu buat bikin rileks, secangkir hojicha hangat terasa pas banget. Rasanya smooth dan calming, cocok untuk kamu yang lebih suka teh dengan aftertaste lembut.
2. Kaya Manfaat untuk Kesehatan
Alasan kedua kenapa matcha vs hojicha makin populer adalah karena manfaat kesehatannya. Aku pribadi awalnya minum teh Jepang cuma karena rasa, tapi setelah tahu manfaatnya, aku makin rajin mengonsumsinya.
Nutrisi Matcha
- Kaya antioksidan dan catechin yang melawan radikal bebas.
- Membantu meningkatkan fokus dan energi.
- Mendukung metabolisme tubuh dan menjaga stamina.
Nutrisi Hojicha
- Kandungan kafein lebih rendah dibanding matcha, jadi aman untuk diminum sore atau malam.
- Aroma roasted-nya membantu mengurangi stres dan bikin pikiran lebih tenang.
- Cocok untuk kamu yang ingin menikmati teh tanpa efek deg-degan akibat kafein.
Kalau kamu tipe orang yang butuh fokus ekstra dan boost energi, matcha lebih cocok. Tapi kalau kamu lebih cari ketenangan, hojicha jawabannya.
3. Fleksibel untuk Minuman dan Dessert Kekinian
Alasan ketiga aku suka banget matcha vs hojicha adalah karena keduanya fleksibel banget. Teh Jepang ini nggak cuma bisa dinikmati sebagai minuman panas atau dingin, tapi juga hadir dalam berbagai bentuk olahan modern.
- Matcha: Latte, smoothie, kue, mochi, cheesecake, sampai soft cream.
- Hojicha: Latte roasted, pudding, boba drink, hingga tart premium.
Di banyak kafe hits di Jakarta, Surabaya, dan Bali, menu berbasis matcha dan hojicha selalu jadi primadona. Bahkan sekarang banyak brand lokal yang bikin varian hojicha latte siap seduh, jadi lebih gampang kalau mau coba di rumah.
4. Filosofi dan Budaya Jepang yang Mendalam
Ngomongin matcha vs hojicha nggak lengkap tanpa bahas soal budaya Jepang. Menurutku, ini yang bikin pengalaman minum teh Jepang terasa lebih istimewa.
Matcha dan Upacara Teh Jepang

Matcha punya sejarah panjang sebagai bagian dari chanoyu atau upacara minum teh Jepang. Ada filosofi mindfulness dan ketenangan yang bikin tiap tegukan terasa lebih bermakna.
Hojicha sebagai Teh Keluarga
Hojicha lahir di abad ke-20 dan jadi minuman favorit keluarga Jepang. Teh ini identik dengan suasana santai, diminum bersama keluarga sambil ngobrol sore hari. Rasanya ringan, aromanya menenangkan, dan memberikan pengalaman sosial yang hangat.
5. Viral di Media Sosial dan Jadi Tren Global
Alasan terakhir kenapa matcha vs hojicha begitu populer adalah peran media sosial. Banyak influencer dan food blogger yang bikin konten resep aesthetic berbasis teh Jepang. Dari Instagram sampai TikTok, konten matcha latte dan hojicha latte sering banget viral.
Kalau kamu mau eksplor lebih jauh tentang sejarah dan tren teh Jepang, kamu bisa cek referensi lengkapnya di Wikipedia Teh Jepang.
Cara Memilih Matcha vs Hojicha yang Tepat
Sebelum beli, pastikan kamu tahu cara memilih kualitas teh Jepang yang bagus. Aku biasanya perhatikan beberapa hal berikut:
- Grade matcha: Ada ceremonial grade untuk upacara teh dan culinary grade untuk makanan dan minuman.
- Warna bubuk: Matcha berkualitas punya warna hijau cerah, sedangkan hojicha cenderung cokelat tua.
- Tempat beli: Cari brand atau toko teh terpercaya supaya dapat kualitas terbaik.
Kalau mau coba pengalaman autentik, kamu juga bisa langsung mampir ke restoran Jepang terbaik di Jakarta yang menyajikan matcha dan hojicha premium.

Kesimpulan
Buatku, matcha vs hojicha bukan sekadar teh, tapi pengalaman. Matcha memberi energi dan fokus ekstra, sementara hojicha menawarkan ketenangan dan rasa nyaman. Keduanya punya karakter unik, manfaat kesehatan, dan fleksibilitas tinggi di dunia kuliner modern. Jadi, kenapa nggak coba keduanya dan temukan favoritmu sendiri?
FAQ tentang Matcha vs Hojicha
1. Apakah matcha dan hojicha berasal dari tanaman yang sama?
Ya, keduanya berasal dari tanaman teh yang sama (Camellia sinensis), hanya proses pengolahannya berbeda.
2. Apakah hojicha lebih rendah kafein dibanding matcha?
Benar. Hojicha dipanggang sehingga kandungan kafeinnya lebih rendah, cocok untuk kamu yang sensitif terhadap kafein.
3. Mana yang lebih sehat, matcha atau hojicha?
Keduanya sehat, tapi fokusnya berbeda. Matcha lebih kaya antioksidan, sedangkan hojicha lebih baik untuk relaksasi.
4. Apakah matcha vs hojicha cocok untuk diet?
Iya, keduanya rendah kalori dan bisa membantu metabolisme tubuh.
5. Matcha latte vs hojicha latte, mana yang lebih enak?
Kalau kamu suka rasa creamy dan bold, pilih matcha latte. Tapi kalau lebih suka aroma roasted yang calming, hojicha latte lebih cocok.



